DUTA MASYARAKAT, 26 Juni 2010
Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan Global Peace Festival (GPF) Asia Pacific 2010. Sebuah perayaan untuk menyatukan upaya bersama guna menyuarakan dan merayakan perdamaian dunia. Rencananya, GPF Asia Pasifik tahun ini dihelat pada 15-17 Oktober 2010 di Jakarta. Panitia GPF dalam rilisnya, Jumat (25/6), menyatakan, acara ini merupakan hasil kerjasama antara GPF Foundation International, GPF Indonesia, serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan didukung ICRP bersama puluhan tokoh lintas agama di Indonesia. Indonesia terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan GPF Asia Pacific 2010 karena dipandang mampu menjaga stabilitas perdamaian dan keharmonisan di tengah kemajemukan beragam suku, ras dan agama. Selain itu, Indonesia juga dinilai sebagai negara dengan budaya dan peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian. Dalam rangkaian kegiatannya, GPF Asia Pacific 2010 akan menyelenggarakan konferensi internasional (Global Peace Summit) yang rencananya akan melibatkan 400 tokoh pemimpin lintas agama baik dari dalam dan luar negeri. Selain diskusi mengenai pembahasan perdamaian dunia, dalam even tersebut juga akan dilaksanakan serangkaian bakti sosial yang mengikut sertakan 10.000 kaum muda dari berbagai negara. Puncaknya, gelaran acara yang juga menampilkan sejumlah agenda seni tersebut akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 17 Oktober. Dalam perayaan puncak itu akan digelar pesta kemajemukan dan perdamaian dunia dengan menampilkan beragam kebudayaan dari berbagai daerah nusantara dan sebagian negara ASEAN.
|